Sabtu, 14 Februari 2015

TAK KUNJUNG SAMPAI

Ada saat dimana diri ini sangat merasa lelah menaiki anak tangga yang seakan tidak pernah ada habisnya. Setingkat demi setingkat aku langkahi dengan derap langkah yang berubah-ubah. Kadang penuh dengan semangat diiringi senyum yang ceria. Kadang sambil menangis dan tertaih-tatih. Kadang sejenak beristirahat dan berusaha mengumpulkan energi untuk kemudian melangkah lagi ke anak tangga berikutnya. Anak tangga ini adalah jalan dari Tuhanku untuk lebih dekat kepada-Nya.

Anak tangga yang diberikan jumlahnya selalu sama, hanya saja setiap orang akan melewatinya dengan sensasi berbeda-beda. Mengapa bisa berbeda? Karena Iman ini tidak sama kadarnya, kharakter ini tidak sama rupanya, sifat ini tidak sama bentuknya. Akan ada seseorang yang selalu terhenti dan kembali lagi ke anak tangga sebelumnya. Sehingga ia selalu merasa perjalanan menaiki anak tangga ini tidak berkesudahan. 

Semakin keatas semakin berat. Angin semakin kencang bertiup matahari semakin dekat menghampiri sedangkan bekal semakin lama semakin menyusut. Tidak jarang keluhan menjadi 'tamu yang tak diundang' sehingga menjadi penghambat diri untuk naik ke tangga selanjutnya. Atau mungkin justru turun kembali karenanya.

Ya Tuhan, aku baru sadar mengapa lelah ini tidak hilang sedangkan anak tangga masih panjang. AKU terlalu banyak MENGELUH

Selasa, 10 Februari 2015

Bosan !!

Suasana kampus ini makin lama makin membosankan untuk seorang wanita yang terkadang aktif seperti diriku. Sebenarnya sudah lama diri ini merasakan penat yang begitu mengganngu mentalitas diri ketika harus dipaksa tunduk dengan drama kontinu kampus yang begitu-begitu saja. Hanya belajar, masuk kuliah menatap muka dosen yang begitu klasik, menghadapkan wajah ke arah In focus seolah-olah otak ini mampu mengkonsumsi banyaknya teori yang tidak tahu akan digunakan untuk apa.
Bukan juga untuk tidak bersyukur, hanya saja lelah dengan kegiatan yang seperti ini seperti ini saja. Pengen sih bisa memiliki skill di luar akademik. Namun sepertinya memang sulit untuk mencari wadah ataupun menciptakan wadah skill tersebut. Yang jelas aku BOSAAAAN

Jumat, 06 Februari 2015

Putra Idaman Dalam Maya

Dimalam yang begitu sesak ini aku merasakan hal yang menyesakkan hatiku. Hal tersebut muncul karena bayangan seseorang yang tidak pernah henti-hentinya mendiami pikiranku. Tidak tahu lagi aku akan cara yang ampuh untuk mengusirnya jauh-jauh. Sesak itu bertambah parah ketika liar pikiranku berlari membentuk formasi ‘gila’ yang menggambarkan kisah harapan masa depan bersamamu.

Apa maunya hati ini tidak jelas lagi. Seolah-olah malam ini aku ingin kau ada dihadapanku berbicara padaku dengan kelembutan dan keakraban. Meski ku tahu, jarak kita tidaklah pernah dekat. Wilayahmu berada pada waktu GMT+8 sudah jelas menjadi jarak yang tidak mungkin ku tempuh dengan teriakan suara rinduku memanggil hatimu. Walau ku panggil kau dengan lantang, toh kau tidak akan pernah kan merasakan gemanya. Kau tak pernah tahu jika aku ada. Jika aku berusaha menguntit kehidupan studimu yang begitu tinggi disana.

Memang aku wanita yang tidak pernah akan waras. Begitu menggilaimu tanpa pernah melihat rupa audiovisualmu sedetik pun. Hanya di layar maya ku dapat raba rupa menawanmu yang tidak kan buat terkedip mata ini mengamatimu. Berselancar dengan apik bak detektif gadungan tanpa lelah bertindak KEPO akan hidupmu.

Aku hanya berharap pada jalan takdir dapat menuntun kita tuk bertemu. Walau mungkin hal ini hanya memiliki persentasi mungkin 1%. Cukup 1% itu yang membuat ku yakin untuk kuat berdiri disini menantimu. Menanti selesainya studimu hingga kau pulang ke tanah kelahiranmu, bumi Raflesia, atau mungkin aku yang berusaha keras agar dapat ku pijak negeri tempatmu menuntut ilmu dan mencari jejak kehadiranmu di depan mataku.


Aku selalu berharap itu, walau mungkin cicak di dinding sedang menertawakan keGILAan di malam yang sesak ini.